Pemangkasan Tanaman
Coklat
Bagi tanaman kakao (coklat),
pemangkasan berarti usaha
meningkatkan produksi dan
mempertahankan umur ekonomis
tanaman. Pemangkasan tanaman
kakao merupakan kegiatan
pemotongan/pembuangan bagian
tanaman yang berupa cabang,
ranting dan daun yang tidak
diinginkan/ diperlukan bagi
pertumbuhan tanaman dan
terbentuknya buah.
Secara umum pemangkasan
tanaman kakao bertujuan untuk:
1. Membentuk kerangka dasar
tanaman kakao yang seimbang.
2. Mengatur penyinaran matahari.
3. Mendorong pembentukan daun
baru.
4. Merangsang pembungaan dan
pembentukan buah kakao.
5. Membuang bagian tanaman
yang tidak dikehendaki.
6. Mengurangi resiko serangan
hama dan penyakit.
7. Mempermudah pemeliharaan
tanaman
Pemangkasan pada tanaman kakao
ada beberapa macam, yaitu:
pemangkasan bentuk,
pemangkasan pemeliharaan, dan
pemangkasan produksi. Pohon
pelindung juga dilakukan
pemangkasan agar percabangan
dan daunnya tumbuh tinggi dan
baik.
A. Pemangkasan bentuk
Pemangkasan bentuk mulai
dilakukan pada saat tanaman
muda berumur 8 – 12 bulan dan
telah tumbuh jorket. Cabang yang
lemah dibuang dan
mempertahankan 3 – 4 cabang
yang simetris terhadap batang
utama, kukuh, sehat dan mengarah
ke atas membentuk sudut 450 .
Cabang-cabang utama yang dipilih
hendaknya sudah mengayu dan
daun flush sudah agak tua.
Panjang cabang sekitar 30 - 40 cm.
Cabang utama yang membentuk
mendatar perlu dibantu agar
membentuk sudut 450 dengan cara
diikat dengan tali. Lamanya
pengikatan sekitar 3 - 4 minggu.
Ketinggian jorket yang ideal adalah
120 - 150 cm, apabila tumbuhnya
kurang dari 120 cm , maka batang
utama dapat dipotong setinggi 80
cm agar tumbuh tunas air (chupon)
yang baru dan membentuk jorket
yang lebih tinggi. Demikian pula
apabila jorket lebih dari 150 cm,
batang utama dapat dipotong
setinggi 80 cm dan chupon yang
tumbuh dipelihara sampai
membentuk jorket yang baik.
Untuk tanaman yang lemah dan
bengkok, chupon yang tumbuh
dipelihara sampai terbentuk jorket
yang memenuhi syarat. Kemudian
batang yang lemah atau bengkok
tersebut dipotong. Cara
memotongnya sekitar 5 cm dari
chupon yang terpilih dengan
menggunakan pisau yang tajam.
Sedangkan bekas luka dapat
ditutup dengan obat penutup luka
misalnya TB 192, Ter, dan
sebagainya.
Ketika tanaman kakao berumur 18 -
24 bulan cabang-cabang sekunder
sejauh 30 - 60 cm dari jourquette
(percabangan) dibuang.
Percabangan yang terbentuk 15 -
25 cm dari pangkal cabang
sekunder juga dibuang.
Pemangkasan juga dilakukan untuk
mengatur cabang-cabang sekunder
agar tidak terlalu rapat satu sama
lain dan memotong cabang-cabang
yang tumbuh meninggi. Upayakan
agar tanaman kakao tingginya
selalu terjaga yaitu 300 - 400 cm.
Pemangkasan juga perlu dilakukan
terhadap cabang primer yang
tumbuhnya lebih dari 150 cm.
Pemangkasan bentuk ini
dilaksanakan dengan selang waktu
dua bulan sekali selama masa
tanaman kakao belum
menghasilkan.
B. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharan pada
tanaman kakao bertujuan untuk
mempertahankan kerangka
tanaman yang sudah terbentuk
baik, mengatur penyebaran daun
produktif, merangsang
pembentukan daun baru, bunga
dan buah, serta terhindar dari
hama dan penyakit. Pemangkasan
dilakukan dengan mengurangi
sebagian daun yang rimbun pada
tajuk tanaman dengan cara
memotong ranting-ranting yang
terlindung dan menaungi.
Memotong cabang yang ujungnya
masuk ke dalam tajuk tanaman di
dekatnya dan diameternya kurang
dari 2,5 cm. Mengurangi daun
yang menggantung dan
menghalangi aliran udara di dalam
kebun, sehingga cabang kembali
terangkat. Pemangkasan ini
dilakukan secara ringan di sela-sela
pemangkasan produksi dengan
frekuensi 2-3 bulan. Juga dilakukan
pemangkasan terhadap tunas air
(chupon). Pemangkasan tunas air
atau juga disebut wiwilan bisa
dilakukan secara manual
menggunakan tangan.
C. Pemangkasan Produksi
Pemangkasan produksi
berkesinambungan dengan
pemangkasan pemeliharaan.
Tujuannya adalah untuk
memaksimalkan produktivitas
tanaman. Pemangkasan produksi
dilakukan dengan memangkas
daun-daun agar tidak terlalu
rimbun sehingga sinar matahari
bisa tersebar merata ke seluruh
organ daun. Dengan demikian,
proses fisiologis terpenting dari
tanaman, yaitu fotosintesis bisa
berjalan lancar sehingga sirkulasi
makanan dari daun keseluruh
organ tanaman juga lancar.
Tanamanpun akhirnya dapat
berproduksi secara optimal.
Sasaran pemangkasan produksi
adalah ranting-ranting atau cabang
tertier yang mendukung daun-
daun tidak produktif, ranting-
ranting yang sakit atau rusak dan
cabang cacing. Tunas-tunas air
yang tumbuh dari pangkal cabang
tertier dan cabang sekunder pada
jarak 15 - 25 cm dari pangkal
cabang sekunder dipotong.
Ranting-ranting dengan daun yang
terlindung atau kurang mendapat
sinar matahari juga harus
dipotong. Cabang-cabang tertier
yang yang terlalu subur juga
dibuang karena sering mengganggu
keseimbangan pertumbuhan,
demikian pula cabang-cabang kecil
yang akan masuk ke dalam tajuk
tanaman tetangga atau di
dekatnya. Cabang yang
menggantung ke bawah dikurangi
daunnya agar tidak menghambat
sirkulasi udara dalam kebun.
Ciri-ciri Pemangkasan Tanaman
Kakao yang Tepat
Pemangkasan yang tepat akan
diperoleh bentuk tanaman yang
baik menjelang tanaman berumur
empat tahun dengan ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Memiliki tinggi jorket sekitar
120 - 150 cm, dengan cabang
primer 3 - 4 cabang, letaknya
simetris dan arahnya ke atas
dengan sudut sekitar 450 .
2. Tajuk tanaman berbentuk
seperti payung denga jorket
terlindung dari sinar matahari
langsung, sehingga tidak
pecah.
3. Tidak terdapat percabangan
dengan jarak 40 - 60 cm dari
jorket dan 15 - 25 cm dari
pangkal cabang sekunder.
Sistem percabangan sekunder
selang seling mengarah ke atas,
tidak ada yang menggantung.
4. Penyebaran daun merata,
seluruh ruang tajuk terisi
dengan daun dengan
kedudukan mendekati vertikal
pada bagian atas dan semakin
mendatar pada bagian bawah.
5. Tidak terjadi tumpang tindih
daun/cabang antara satu
pohon dengan pohon lain di
sekitarnya, artinya lebar tajuk
sesuai dengan jarak tanam dan
ketinggian pohon sekitar 3 - 3,5
m.
6. Daun-daun yang tidak produktif
tidak ada atau sedikit sekali,
demikian pula ranting dan
cabang yang rusak atau sakit.
7. Sinar matahari mampu
menerobos tajuk tanaman
sehingga nampak penyebaran
bercak-bercak sinar dengan
luas sekitar 5% - 10% luas
naungan, dan penyebarannya
merata.
Hal-hal Penting dalam
Pelaksanaan Pemangkasan
Tanaman Kakao
Dalam pemangkasan tanaman
kakao hindari memotong cabang
yang terlalu besar dengan
diameter lebih dari 2,5 cm, kecuali
memang diperlukan antara lain
terhadap batang yang patah atau
terserang hama dan penyakit
(apabila terpaksa harus memotong
cabang besar, maka luka potong
harus ditutup dengan obat
penutup luka. Pemotongan ranting
atau cabang-cabang kecil
(diameter kurang dari 2,5 cm)
dilakukan rapat dengan cabang
induknya sedangkan pemotongan
cabang besar dilakukan dengan
meninggalkan sisa kira-kira
sepanjang 5 cm. Jangan melakukan
pemangkasan jika tanaman kakao
sedang berbunga lebat atau
sebagian besar ukuran buahnya
masih kecil. Peralatan yang
digunakan untuk pemangkasan
tanaman kakao adalah pisau tajam,
gunting pangkas dan gergaji
pangkas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar